28 Mar 2013

D3TEKTRO MENCAI BAKAT (DMB)

Divisi Minat dan bakat (Midkat) himpunan mahasiswa D3 Teknik Elektro, Present :
Persembahkan yang terbaik, kami tunggu bakat-bakat terpendam kalian !!!

20 Mar 2013

D3TEKTRO CHAMPION LEAGUE (DCL)

Sebuah acara yang sengaja digelar guna untuk mempererat tali silaturahmi serta ikatan kekeluargaan mahasiswa serta alumni dari D3TEKTRO. Acara dengan format league ini menghadirkan beberapa lomba yang pesertanya berasal dari perwakilan tiap-tiap angkatan yang berada dalam lingkup kampus D3 Teknik Elektro. Lomba-lomba yang di Lombakan antara lain : 
Futsal
 Basket
Badminton
Bola Volly
Tennis Meja
Tarik Tambang
Pro Evolution Soccer (PES)
 Defense of The Ancient (DOTA) 
Counter Strike (CS)
Makan Nasi Goreng "iblis"
Menghias Tempat Sampah


So, siapkan angkatan masing-masing dan buktikan angkatan mana yang terbaik :)

"BERJUANG DEMI KEJAYAAN !"



13 Mar 2013

TEAM VOLLY D3TEKTRO JUARAI POMITS 2013



Perjuangan Team Volly Putra D3TEKTRO akhirnya mencapai titik puncakj yang telah mereka idamkan. Ya, mengikuti POMITS yang di gawangi LMB ITS, Team Volly D3TEKTRO berhasil membawa pulang Gelar Juara pertama.
Bermain di lokasi yang cukup jauh dari kampus ternyata bukan menjadi halangan yang berarti bagi Team Volly kita (kampus D3 Teknik Sipil). Bermula dari pertandingan pertama melawan Teknik Lingkungan yang berhasil dimenangkan 2 set langsung membawa mereka ke babak berikutnya menghadapi saudara se-kampus kota D3MITS. Pertandingan pun kembali dimenangkan dengan skor 25-12,25-21. Di babak semi-final, team volly D3TEKTRO bersua dengan team volly Siskal. Di pertandingan yang cukup sengit ini akhirnya berakhir dengan kemenangan 28-26 dan 25-19 untuk D3TEKTRO. Di Final terjadi lagi duel derby kampus kota melawan D3KKIM. Melalui pertandingan yang cukup sengit akhirnya para punggawa D3TEKTRO berhasil mengakhiri perlawanan D3KKIM dengan skor 3-1 dan berhasil membawa pulang trophy Juara ke Jurusan.

Dan mereka-mereka inilah yang berhasil membawa dan mengharumkan nama D3TEKTRO di cabor Volly POMITS 2013

31 Jan 2013

Keramaian Pemilu KM ITS

Kabinet Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS Transformation memberi jalan bagi kepemimpinan baru setelah satu tahun. Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) hadir kembali di ITS. Para calon presiden BEM ITS berikutnya telah ditetapkan, begitu pula dengan para calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) berikutnya.



Kampus ITS, ITS Online - Sebenarnya, adanya tiga orang calon yang mewarnai Pemilu ITS patut dijadikan hal yang menarik. Sebab, hal itu menjadi bukti bahwa semangat mahasiswa ITS untuk memimpin serta memperbaharui lebih besar. Namun, ternyata Keluarga Mahasiswa (KM) ITS tidak sependapat dengan pembawaan hal baru tersebut. Sesuatu yang baru, justru seolah tidak banyak tanggapan. Sehingga, marilah kita tengok sejenak, bagaimana sebenarnya Pemilu ITS dijalankan kali ini? Apakah benar ada yang baru?

Menurut Restu Abdul Wakhid, Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) ITS 2012, secara teknis pelaksanaan Pemilu tidak ada yang berubah. Sebab, Pemilu yang diselenggarakan oleh KM ITS memang berdasarkan pada undang-undang yang ada. Sehingga memang telah ditentukan sejak beberapa tahun yang lalu.

Yang berbeda, lanjutnya, hanyalah calonnya yang terdiri dari lebih banyak mahasiswa, baik calon presiden BEM maupun DPM. Yakni, dengan jumlah masing-masing tiga dan 21 orang. Hal itu membuat Pemilu kali ini lebih berwarna.

Lebih berwarna ini tidak hanya berpengaruh pada para mahasiswa yang mendukung calon tersebut, namun juga dalam tubuh internal KPU dan Panitia Pemilihan Umum (PPU) sendiri. Dengan lebih banyak calon, maka tantangannya akan semakin besar. Apalagi dengan fakta bahwa jumlah KPU hanya 11 orang. Tak ayal, hal tersebut membuat KPU kewalahan dalam mengkoordinir semuanya dalam waktu yang dituntut singkat.

Sementara itu, Pemilu presiden BEM kali ini tampak dekat dengan beberapa isu. Misalnya saja, terkait pemikiran yang berbeda dari setiap calon pemimpin. Ada pula isu mengenai dua calon yang berasal dari jurusan yang sama.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ini mengatakan bahwa bagaimanapun isu yang beredar di khalayak mahasiswa, KPU tetap netral. Ia menegaskan bahwa KPU menganggap adanya tiga calon tersebut membawa model kepemimpinan dan ide yang berbeda-beda untuk KM ITS. Apalagi memang pada dasarnya basic dari tiga orang calon tersebut memang benar-benar berbeda.

Tak ayal, mahasiswa angkatan 2009 ini berani menyebut bahwa Pemilu kali ini lebih ramai jika dibandingkan dengan tahun kemarin. Sebab, basic massa dari tiga orang capres BEM tersebut sangat berbeda. Sehingga pendukung para calon tersebut tidak terpusat pada lingkup jurusannya. Ia juga mengakui, dalam pewacanaan, Pemilu kali ini disinyalir lebih baik ketimbang tahun lalu. Lantaran lebih banyak umbul-umbul dan poster yang dipasang di seantero kampus ITS.

Dari segi kampanye, tampaknya Pemilu kali ini dapat dinilai kurang fenomenal. Seperti yang diungkapkan oleh Ir Indrajaya Gerianto MSc dalam gelaran diskusi panel sekaligus kampanye terakhir capres BEM. Ia menyayangkan dari 17.000 mahasiswa ITS yang ada di kampus saat ini tidak sampai sepertiganya ada di tempat kampanye untuk menyaksikan calon pemimpin tertingginya berorasi. 

Menurutnya, itu tanda bahwa mahasiswa mulai merasa tidak memiliki organisasinya sendiri, yakni BEM ITS. Akankah hal tersebut berpengaruh pada jumlah partisipan pencoblos yang ikut?

Tahun lalu, pemilih yang sah hanya 47 persen. Padahal Pemilu tersebut melibatkan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebelum angkatan 2010. Berbicara tentang target KPU terkait jumlah pencoblos, Restu tidak berani muluk-muluk. Ia mengaku, awalnya target yang ia tetapkan adalah 60 persen. Namun, dengan keadaan yang kini sedang bergulir, ia hanya berharap prosentase tersebut tidak turun. Minimal bisa naik menjadi 48 persen.

Di sisi lain, tuntutan adanya kecurangan pun tampaknya akan terjadi lagi. Senin (3/11), pada saat hari pertama digelarnya Pemilu, terdapat SMS gelap yang beredar di kalangan mahasiswa untuk mendukung salah satu calon. Tentu saja, permasalahan yang akan muncul sepatutnya disikapi oleh KPU dengan bijaksana.

Tidak Mulai dari Kilometer Nol
Berbicara tentang keadaan BEM ITS saat ini, Presiden BEM ITS, Imron Gozali mengatakan BEM ITS saat ini sudah memulai rintisan transformasi KM ITS. Yakni, meliputi mindset, struktural, dan kultural ormawa KM ITS nantinya diarahkan kepada kontribusi eksternal, bukan hanya memenuhi kepuasan internal. BEM ITS kali ini mendesain kepengurusan yang singkat berkualitas meskipun pada akhirnya karena kondisi KM ITS memaksa kabinet Transformation masih berjuang di masa perpanjangan.

Tidak hanya itu, kepengurusan selanjutnya juga ditinggali sebuah amanah berupa rintisan transformasi itu sendiri. Masing-masing bidang yang ada dalam Kabinet Transformation sudah melakukan evaluasi dan rencana strategis ke depan melalui rapat kerja (raker) ormawa. Hasil-hasil raker ormawa tersebut, menurut Imron, perlu dikawal jika KM ITS mau berubah.

Ia pun berharap kepengurusan selanjutnya benar-benar akan menormalkan periode kepengurusan agar KM ITS bisa stabil kembali. Tidak hanya itu, presiden BEM ITS selanjutnya harus bisa menyesuaikan dengan kondisi KM ITS yang sudah running. Yang menurut Imron, persis dengan masa awal kepengurusannya terdahulu.

Harapannya, apa yang sudah dibangun silahkan untuk dilanjutkan. Bukan memulai lagi dari kilometer nol. Pun jika ada inovasi, maka ia ingin inovasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, bukan asal inovasi saja tapi dilakukan sesuka hatinya. Mari memilih pemimpin kita dengan cerdas, tanpa menjadi Golongan Putih! VIVAT!

28 Jan 2013

EC-ITS 1.0, Karya ITS untuk Indonesia

K
arya fenomenal kembali lahir dari tangan-tangan kreatif sivitas akademika ITS. Sebuah mobil listrik jenis 4-Seater Electric City Car secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, Sabtu (26/1). Tak hanya itu, mantan rektor ITS ini juga diberi kepercayaan untuk memberikan nama terhadap mobil listrik yang menjadi ikon baru kampus perjuangan.

Rektorat ITS, - Nuh menjelaskan lahirnya EC-ITS 1.0 ini menjadi awal yang bagus untuk perkembangan mobil listrik di Indonesia. Pasalnya, saat ini pemerintah sedang mengembangkan proyek mobil listrik nasional (Molinas) yang digawangi oleh lima perguruan tinggi nasional. Mereka adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Sebelas Maret (UNS).


Istilah EC-ITS 1.0 sendiri diambil dari filosofi mobil listrik itu sendiri. Kata EC yang dibaca easy memiliki makna bahwa membuat mobil listrik itu mudah jika kita mau. Sedangkan kata ITS 1.0 mengartikan bahwa mobil listrik ini karya anak ITS versi pertama.

Nuh turut berpesan agar ITS tidak hanya melakukan penelitian untuk mengembangkan mobil ini saja. Namun, pemberian edukasi kepada masyarakat juga perlu dilakukan. ''Jika masyarakat dan kampus mampu bersinergi, bangsa Indonesia pasti bisa maju,'' tuturnya.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA mengatakan munculnya mobil listrik ini juga menjadi bukti bahwa insinyur-insinyur muda Indonesia sangat berkualitas. Mereka hanya perlu diberi kesempatan lebih untuk menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya. ''Saya percaya insinyur muda mampu memajukan bangsa,'' ujar dosen Jurusan Teknik Mesin tersebut.

Untuk komponen utama dari EC-ITS 1.0 sendiri hampir seluruhnya buatan anak ITS. Mulai dari sistem penggerak, platform, body design, hingga sistem kontrol. Hanya baterai dan motor saja yang terpaksa harus beli karena penelitian yang dilakukan masih belum selesai. ''Nantinya seluruh komponen mobil ini murni dari ITS,'' jelas Dr Muhammad Nur Yuniarto, dosen pembimbing proyek EC-ITS 1.0.

Namun, untuk daya dari mobil listrik ini, Nur menjelaskan baru dapat menampung lima kilowatt per jam . Sehingga, kecepatan maksimum yang dapat dicapai hanya sekitar 40 kilometer per jam. ''Kami akan terus mengembangkan mobil ini hingga nantinya mampu mencapai kecepatan 80 kilometer per jam,'' tutur dosen jurusan Teknik Mesin ITS tersebut.

Meskipun secara fundamental mobil listrik sudah sangat baik, alumnus Jurusan Teknik Mesin ITS ini tidak menyarankan melakukan test drive di jalan umum. Pasalnya, masih banyak kekurangan dan kelemahan yang perlu disempurnakan hingga nantinya layak untuk digunakan secara massal. ''Yang paling penting, unsur safety harus diprioritaskan,'' ujarnya. (ITS Online)





"Kapankah Mahasiswa D3 Teknik Elektro memberi kontribusi untuk Indonesia?? KITA BUKTIKAN !!!!"

 





Mode Views: